Breaking News

BUAT JANJI UNTUK BERDISKUSI DENGAN KAMI 08970222496 / 081289283346

Fungsi Bahan Dasar Sabun Transparan


A. Kandungan Utama.
 A.1. Minyak pendukung.
Berbagai macam minyak yang secara relatif sering digunakan untuk membuat sabun, minyak zaitun, kelapa, kastor dan sawit. Lemak ( yang sudah diproses ) sering sendiri atau bersama digunakan dengan minyak itu. Ada beberapa pemakai yang alergi dengan sabun yang terbuat dari lemak hewan atau sabun yang bahannya dari minyak bumi. 
Minyak zaitun, sangat lunak, sangat cocok untuk pemakai dengan kulit yang sensitif. Sabun yang dibuat dari minyak zaitun, air dan sodium dinamakan sabun “ castile”. Busa banyak dan sangat halus.
Minyak sawit, sering dipakai untuk membuat sabun juga, beberapa pemakai ada yang alergi dengan minyak sawit. Bagi pemakai yang kulit sensitif hindarkan penggunaan sabun dari minyak sawit. Membuat sabun menjadi keras dibanding minyak kelapa dan zaitun.
Minyak Kelapa, bagi pemakai yang sensitif dapat menyebabkan kulit ruam dan gatal dan suatu saat muncul reaksi yang sangat hebat. Tetapi sebenarnya yang menyebabkan pemakai alergi adalah reaksi minyak wangi dan minyak kelapanya atau lebih cenderung pemakai tidak tahan fragrantnya( minyak wangi sintetis ). Sabun dengan minyak kelapa busanya sangat banyak dan besar - besar.
Minyak Castor, Mengandung bahan yang kaya vitamin, pelembab dan merupakan bahan minyak yang mendukung untuk transparansi sabun. Sabun dengan minyak kastor menambah sifat plastis. Minyak yang berlebihan dalam sabun transparan akan menyebabkan sabun seperti berkabut. Untuk mendapatkan sabun yang transparan, dibuat sabun glyserin dahulu, yaitu sabun yang perhitungan saponifikasinya tepat, sehingga tidak ada minyak atau kaustik yang berlebihan. Tetapi pengurangan kaustik sampai 5% dari berat kaustik yang dibutuhkan sudah cukup untuk menjaga agar tidak berlebihan kaustik dalam sabun. 

 A.2. Sodium Hidroksida.
Sabun terbuat dari sodium hidroksida dimana sangat kaustik, sampai selesainya reaksi dengan minyak kemudian menjadi sabun dikenal dengan nama reaksi saponifikasi. Sodium harus terurai sempurna dalam proses saponifikasi minyak, oleh karena itu tidak akan ada bahan kaustik yang tertinggal dalam sabun. Agar produk sabun sempurna maka sabun harus dicuring dan rebatching sebelum penambahan emollien, moisturizer dan minyak essensial. “ Fully Curing” berarti sodium hidroksida benar benar terurai sempurna selama proses saponifikasi dan tidak bereaksi dengan emollien, moisturizer dan minyak essensial. “ Rebatching” berarti sabun base diparut, dilelehkan kemudian ditambah bahan lainnya, selanjutnya dimasukkan dalam cetakkan. Dengan cara begitu akan menghasilkan produk sabun yang lebih baik dari pada proses yang tidak menggunakan rebatching. 

A.3. Alkohol
Adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan sabun, agar sabun menjadi bening atau transparan. Kemurnian alkohol 95% yang mempunyai titik nyala yang rendah maka tidak sulit untuk menyalakannya. Penggunaan kompor gas dan kompor listrik harus dengan hati hati, karena dapat membakar alkohol langsung. Untuk terjadi transparansi sabun harus benar larut. Alkohol dengan level yang tinggi dan kandungan air yang rendah menghasilkan produk sabun yang lebih jernih.

A.4. Glyserin.
Sudah lama digunakan sebagai humectan (penjaga kelembaban kulit) dan sampai saat ini digunakan secara meluas oleh pembuat sabun. Merupakan by produk dari pembuatan sabun. Apabila didehidrasi dan dideodorisasi, glyserin menjadi cairan tak berwarna dan tak berbau. Glyserin kurang menentukan kejernihan sabun, rasanya manis membakar.

A.5. Gula.
Bersifat humectan, dikenal membantu pembusaan sabun. Semakin putih warna gula akan semakin jernih sabun transparan yang dihasilkan. Terlalu banyak gula, produk sabun menjadi lengket , pada permukaan sabun keluar gelembung kecil – kecil. Gula yang paling baik untuk sabun transparan adalah gula yang apabila dicairkan berwarna jernih seperti glyserin, karena warna gula sangat mempengaruhi warna sabun transparan akhir. Gula lokal yang berwarna agak kecoklatan, hasil sabun akhir juga tidak bening, jernih tanpa warna tetapi juga agak kecoklatan.
Penggunaan gula sebagai penjernih sabun harus memperhatikan reaksi yang terjadi. Beberapa reaksi yang dapat menyebabkan gula menjadi tidak jernih adalah; 
            1. Karamelisasi, pemanasan gula sampai suhu tinggi.
            2. Reaksi Maillard, reaksi antara gula, asam amino dan panas.
            3. Reaksi dengan vitamin C.
Ketiga reaksi diatas akan merubah sabun menjadi agak coklat hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan bahan squesteran. 

 A.6. Stearic Acid.
Membantu untuk mengeraskan sabun, khususnya minyak dari tumbuhan yang digunakan. Penggunaannya dengan mencairkan dahulu dalam minyak kemudian dicampur sodium hidroksida untuk saponifikasi. Penggunaan terlalu banyak menyebabkan sabun kurang berbusa, jika terlalu sedikit sabun tidak keras

A.7. Pewarna.
Menjadi perdebatan dalam arena diskusi mengenai keselamatan penggunaan ( pewarna = dyes ) dan pigmen untuk mewarnai makanan, kosmetik dan produk perawatan pribadi termasuk sabun. Karena kulit merupakan organ tubuh dan menyerap apapun yang diletakkan dipermukaannya, yang akan masuk ke dalam kulit. Maka perlu dipertimbangkan oleh pembuat sabun komersial menggunakan pigmen mineral (ocher atau oksida ), pewarna kain atau pewarna sintetik untuk mewarnai sabunnya dan membuatnya tampak lebih menawan. Hal itu dapat tidak sejalan dengan proses perawatan kulit. Pigmen dan ocher keduanya adalah oksida logam dan mineral yang ditambahkan ke sabun, lotion, cream agar warnanya seragam. Hal itu akan sangat beracun jika masuk kedalam kulit. Dyes lilin dan pewarna malam digunakan juga utnuk mewarnai sabun khususnya sabun glyserin. Manufaktur lilin tidak memerlukan kandungan khusus sebab malam warna ( minyak bumi atau malam tawon ) dan lilin warna dikembangkan untuk tidak digunakan pada permukaan atau didalam kulit, penggunaan bahan warna itu dapat merugikan kulit. Pewarna kain, Tidak diuji untuk kulit, sebagian dari bahan pewarna kain terbukti sebagai karcinogen.
Bahan warna yang aman digunakan untuk sabun adalah pewarna makanan, minuman dan kosmetik yang pada umumnya tidak tahan pada kondisi alkali. Untuk lebih amannya bahan pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna untuk makanan.

A.8. Pewangi.
Kebanyakan orang mengira fragran itu berarti pewangi. Pada aroma terapi, kosmetik dan industri pembuatan sabun, fragran berarti pewangi sintetik didesain secara kimia. Dengan kata lain, baunya dirancang di laboratorium bukan dari alam asli. Fragran lebih murah dan menyengat, bau lebih lama dari minyak essensial. Yang mana kebanyakan orang sangat alergi terhadap fragran sintetik, hal tersebut merupakan alasan mengapa masyarakat pemakai lebih suka meminta sabun tanpa pewangi tubuh. Sabun tanpa pewangi dan pewarna digunakan untuk merawat wajah. 


B. Kandungan Tambahan.
 B.1. Humectan.
Digunakan untuk merawat kulit agar tetap terlihat muda yang mana sangat erat hubungannya dengan kelembutan kulit. Bahan yang biasa digunakan adalah;
            • Glyserin
            • Propilen glykol
            • Sorbitol. 

 B.2. Ultra Violet Absorbent.
Digunakan untuk menyerap cahaya Ultra Violet seluruh panjang gelombang dari 290 – 400 nm untuk mencegah dari kerusakan kulit termasuk erythem kulit, sunburn, suntan dan penuaan dini. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
  1. Derivatif benzofenon
  2. Derivatif para amino asam benzoat
  3. Derivatif asam salisilat.
 B.3. Anti Oksidan.
Sebab sabun tersusun dari asam lemak, minyak, lilin senyawa itu mengandung ikatan tidak jenuh, dengan menganggap bahwa bahan yang tidak jenuh akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai dengan keluarnya bau tengik pada sabun atau sabun menjadi irritan ke kulit. Untuk menjaga kualitas dari reaksi oksidasi diperlukan bahan anti oksidan. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
          Tokoferol.
            BHT ( dibutil hydroxytoluen ).
           BHA ( butil hydroxyanisol ).
           Ester asam gallat.
           NDGA ( Nordihydroxyquaiaretic acid ).
Dapat digunakan bersama atau tunggal, baik juga bila ditambahkan bahan promotor antioksidan, seperti apa yang akan dibahas berikut ini. 
B.4. Agen Sequestering.
Apabila logam tercampur dalam bahan sabun atau kosmetik langsung atau tidak langsung akan merendahkan kualitasnya. Ion logam dapat merubah bau, warna dan meningkatkan oksidasi bahan mentah yang berasal dari minyak. Selanjutnya dapat menghambat aksi farmasi ( pengobatan ) dan menyebabkan hilangnya penampilan, fungsi dan essensinya. Pada sabun transparan akan menyebabkan hilangnya transparansinya. Senyawa yang dapat membuat pasif ion logam tersebut adalah agen sequesteran. Bahan yang biasa digunakan adalah;
              EDTA ( paling sering dipakai ).
            Asam Phosporat.
            Asam Sitrat.
            Asam Askorbat.
            Asam Suksinat.
            Asam Glukonat.

5 comments:

  1. ada jual sabun dasar untuk sabun transparan g?

    ReplyDelete
  2. Pak, saya punya stok gliserin 1,498 g/cm barangkali minat hubungi 089699010715
    Maksih...

    ReplyDelete
  3. makasih ya gan untuk infonya semoga bertambah sukses

    ReplyDelete